ANALISIS SISTEM PEMBELAJARAN DARING DI TELEVISI
SEKOLAH DASAR KELAS 1- 3 SEDERAJAT
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen
Dosen Pengampu : Ibu Hana Lestari M. Pd
Nama : Neneng Wahidatul Asna
NIM. : 1920.04.011
Prodi : Manajemem Pendidikan Islam
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur marilah kita panjatkan kehadirat allah subhanahu wata'ala yang telah memberikan kita banyak nikmat diantaranya nikmat iman, islam, dan nikmat sehat walafiat sehingga saya bisa menyelesaikan tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen yang diampu oleh Ibu Hana Lestari dengan judul "ANALISIS SISTEM PEMBELAJARAN DARING DI TELEVISI SEKOLAH DASAR KELAS 1- 3 SEDERAJAT" dengan sebaik baiknya
Shalawat dan salam semoga tercurah limpah kepada junjungan kita yakni nabi besar Muhammad salallahu alaihi wassalam yang semoga kita mendapat syafaatnya fiddunya wal akhirat. Aamiin.
Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah ikut berpartisipasi dan berkontiribusi dalam pembuatan makalah ini.
Tidak terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan dalam makalah ini seperi penggunaan bahasa, susunan kalimat dan tata bahasanya, maka dari itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik pembaca yang membangun agar penulis dapat memperbaiki makalah ini.
Tidak terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan dalam makalah ini seperi penggunaan bahasa, susunan kalimat dan tata bahasanya, maka dari itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik pembaca yang membangun agar penulis dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan insfirasi kepada pembaca.
Bogor, 28 April 2020
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sudah sama-sama kita ketahui bahwasannya kita hari ini dihadapkan pada satu keadaan dan musibah yakni sedang maraknya wabah pandemi covid 19 yang menyerang hampir di seluruh negara dunia . Indonesia adalah salah satunya bahkan angka kematian yang terjadi diindonesia sangat tinggi melebihi angka kematian di dunia. Sehingga hal tersebut membuat rasa kekhawatiran dan kepanikan yang tinggi.
Dengan adanya wabah tersebut menimbulkan beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti social distancing yang sangat berpengaruh terhadap beberapa sektor salah satunya adalah sektor pendidikan .Dalam dunia pendidikan seluruh kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan sistem SFH (Study From Home) .
Terlebih sudah mulai diberlakukan PSBB yang sehingga masa SFH semakin diperpanjang. Bahkan mentri pendidikan telah bekerjasama dengan salah satu media televisi untuk memfasilitasi pembelajaran tersebut. Yang harus sama sama kita kita soroti adalah apakah SFH ini sudah sesuai dengan sistem informasi manajemen pada pendidikan formal dan Apakah penggunaan animasi, visual yang digunakan pada pembelajaran di televisi sudah bisa menarik minat serta memotivasi para peserta didik untuk mengikuti pembelajaran yang dianjurkan?
Maka dari itu makalah ini akan membahas mengenai hasil analisis pengamatan pembelajaran di salah satu media televisi terkhusus pada tingkatan sekolah dasar kelas 1-3 sederajat yang tayang pada hari senin sampai jum'at jam 08.30 - 09.00. Yang mana analisis dilakukan pada hari senin pada tanggal 27 April 2020 dengan judul atau tema pembelajaran " Untuk Guruku Tersayang".
B. Rumusan Masalah
- Apakah animasi yang digunakan pada pembelajaran dapat menarik antusias serta motivasi peserta didik untuk mengikuti pembelajaran?A
- pakah pembelajaran daring dimedia televisi sudah efektif?
C. Tujuan Masalah
- Mengetahui apakah pembelajaran di media televisi dapat menarik minat serta memotivasi peserta didik untuk mengikuti pembelajaran nya.
- Mengetahui Apakah pembelajaran daring dimedia televisi sudah efektif.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Analisis Pembelajaran Daring di Televisi
- Materi, materi pembelajaran nya cukup baik dan beragam, dari hari senin-jumat tema pembelajaran nya berbeda beda, sehingga meningkatkan pengetahuan dan memanbah pengetahuan yang beragam pula bagi peserta didik, tidak hanya itu pada materi pembelajaran banyak diselipkan pesan- pesan moral yang baik pada ceritanya seperti, bersikap baik terhadap teman, sopan santun terhadap orang yang lebih tua. Seperti hal nya analisis yang saya lakukan yakni kisah sahabat pelangi yang berjudul "Untuk Guruku Tersayang" pada cerita tersebut ada terdapat 4 orang anak yakni candra, wayan, nisa, dan Martha yang ingin memberikan kenang - kenangan kepada gurunya yang akan pindah tuga menjadi kepala sekolah untuk itu mereka memberikan album photo yang mereka buat sendiri dengan ide-ide kreatif mereka, dari cerita tersebut mengajak peserta didik untuk berpikir kreatif dan memberikan pesan untuk memberikan rasa bakti serta rasa kasih sayang kepada guru.
- Animasi, tokoh- tokoh animasi yang digunakan cukup baik seperti memperkenalkan ragam budaya agama yang dituangkan pada tokoh 4 sahabat, tetapi realitanya diera sekarang anak-anak lebih menyukai kartun-kartun yang menarik mulai dari variasi warna, kostum yang digunakan pada kartun, serta latar atau tampilan visual yang menarik. Seharusnya animasi pada pembelajaran ditelevisi bisa menggunakan tokoh-tokoh animasi yang lebih beragam dan menarik seperti tokoh gatot kaca, atau bisa juga menyuguhkan animasi binatang-binatang lucu, agar mampu menarik minat peserta didik tidak hanya itu apabila tokoh-tokoh animasi digunakan pada pembelajaran, akan mampu meningkatkan pengetahuan mereka mengenai hal kebudayaan dan keragaman binatang. Animasi yang kurang menarik akan membuat antusiasme peserta didik untuk mengikuti pembelajaran.
- Alur cerita, alur cerita dari pembelajaran tersebut sudah tersusun dengan baik, dari awal pembuka cerita, isi cerita sampai penutup cerita yang memberikan pesan yang baik pula, tidak hanya itu pada video pembelajar diselipkan pengetahuan umum dan motivasi belajar seperti cerita yang memperkenalkan permainan tradisional, mengajak peserta didik untuk rajin membaca buku, mengajak berpikir kreatif dan aktif. Tetapi seharusnya dalam kartun animasi pembelajaran disuguhkan alur cerita yang tidak monoton, mudah mereka pahami tidak hanya sekedar dialog yang panjang tetapi anak- anak menginginkan pembelajaran yang havefun, alur ceritanya yang seru seperti petualang atau bisa suguhkan kartun yang lebih kearah komedi tetapi tetap mengedukasi, dan bisa juga memasukan lagu-lagu daerah anak yang menghibur pada alur ceritanya, yang pada kenyataanya mampu menarik minat mereka. Bahkan salah satu contohnya adik saya kelas satu dan keponakan saya kelas tiga lebih memilih menonton kartun yang animasinya lebih ke arah petualangan, lucu dan aksi-aksi, karena menurut mereka itu lebih menyenangkan.
- Media cetak, sebenarnya media cetak yang digunakan dalam pembelajaran ini pada awalnya lebih banyak memuat berita-berita, kebudayaan, film-film sejarah, dan sebagainya. Yang mana anak-anak itu tidak terbiasa menonton dichannel ini karena memang tadinya dichannel tersebut lebih banyak memuat tontonan yang ditujukan untuk orang dewasa dan anak-anak usia ekolah dasar jarang bahkan tidak pernah menonton dichannel ini. Sehingga sedikit banyak nya membuat mereka enggan untuk menonton dichannel ini karena memang tadinya sudah terbiasa dan nyaman menonton dichannel lain yang memuat kartun-kartun menarik sebelumnya. Dan sebenarnya banyak sekali masyarakat yang tidak memiliki channel televisi yang digunakan dalam pembelajaran sehingga banyak peserta didik yang kesulitan dalam mengikuti pembelajaran nya bahkan ada juga yang memiliki channel televisi tersebut tetapi kualitas tampilannya buruk sehingga peserta didik terkesan enggan bahkan menyepelekan pembelajaran , ditambah lagi apabila orang tua mereka yang notabenenya itu tidak perduli dengan hal tersebut. Sehingga banyak pihak sekolah yang lebih memilih pembelajaran melalui whatsapp atau media sosial lainnya, karena hal tersebut lebih efektif dan peserta didik dapat terkontrol oleh pihak sekolah meskipun tidak secara langsung.
- Iklan, Iklan yang disuguhkan pada kegiatan pembelajaran sangat baik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk beristirahat sekaligus mengerjakan tugas atasu pertanyaan yang diajukan pada video pembelajaran. Tidak hanya itu iklan yang disuguhkan sangat-sangat baik diantaranya mengajak untuk hidup bersih serta rajin mencuci tangan untuk mencegah penularan covid.
- Durasi, sebenarnya dalam pembelajaran dimedia televisi sangat efisien, tetapi durasi pembelajaran yang sebentar yakni 30 menit dari pukul 08.30- 09.00 WIB belum lagi dipotong dengan iklan yang ditayangkan, hal tersebut membuat beberapa peserta didik kesulitan sehingga tidak semua anak langsung paham dan mengerti akan pembelajaran yang ada. Apalagi pada saat sesi pertanyaan menurut saya durasi pada bagian itu terlalu cepat padahal peserta didik sekolah dasar kelas 1-3 dalam hal menulis masih lamban maka dari itu harus ada bimbingan dari orang tuanya langsung seperti pertanyaanya disimak oleh orang tua atau bisa lebih cepat dipotret menggunakan ponsel sehingga orangtua yang nantinya memberikan pengarahan kepada anak secara perlahan dan jelas. Tetapi realitanya para orangtua dipagi hari memiliki kesibukan atau rutinitas para orang tua biasanya seperti merapihkan dan membersihkan rumah, sehingga mempersulit para orang tua membagi waktu dalam membimbing anaknya untuk mengikuti pembelajaran di media televisi.
B. Efektifitas Pembelajaran Daring di Televisi
Dari hasil analisis yang saya lakukan ternyata pembelajaran di televisi masih kurang efektif, karena masih banyak-banyak kendala yang sudah disebutkan diatas. Hal tersebut berimbas kepada motivasi belajar peserta didik yang rendah bahkan terkesan menyepelekan pembelajaran.
Faktor dorongan dari guru merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan motivasi peserta didik, lebih dari hal itu orangtua yang membimbing secara langsung anak dalam pembelajaran dapat membantu peserta didik dalam memahami serta mengerti pembelajaran.
Dikarenakan rendahnya antusias serta motivasi anak untuk belajar di televisi, membuat para tenaga pendidikan berinisiatif untuk melakukan pembelajaran di via whatsapp group dan lebih memilih materi pembelajaran seperti disekolah pada umumnya yakni pembelajaran yang berpatok pada buku tema.
BAB II
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring di televisi masih kurang efektif dan motivasi belajar peserta masih rendah. Guru, orangtua serta media pembelajaran merupakan faktor penting terlaksananya pembelajaran ini.
Ada beberapa kelebihan pembelajaran yang harus dipertahankan dan adapula kelemahan pembelajaran daring yang perlu diperbaiki serta ditingkatkan agar hal tersebut tidak menjadi kendala yang pasti sehingga motivasi belajar peserta didik dapat meningkat.
Ada beberapa kelebihan pembelajaran yang harus dipertahankan dan adapula kelemahan pembelajaran daring yang perlu diperbaiki serta ditingkatkan agar hal tersebut tidak menjadi kendala yang pasti sehingga motivasi belajar peserta didik dapat meningkat.
Meskipun masih belum efektif pembelajaran di televisi ini, sudah selayaknya kita ikut membantu serta memberikan kritik serta saran yang terbaik kepada pemerintah agar pemerintah yang bergelut dibidang pendidikan mampu membuat pembelajaran ini bisa lebih baik.
B. Saran
Disarankan untuk kedepannya lebih ditingkatkan lagi sistem pembelajaran daring ditelevisi serta lebih gencar memberikan sosialisasi mengenai pembelajaran ini, terutama bagi orang tua.
"Jadikan keadaan ini sebagai sebuah peluang besar untuk menambah pengetahuan baru, full time bersama keluarga dengan melakukan kegiatan yang positive jangan menyerah, tetap semangat belajar untuk sebuah hasil yang indah".
Komentar
Posting Komentar